Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Ritual Expulsion of Evil Spirit in Colombia

Friday, September 7, 2012
Hermes Cifuentes, also known as "Brother Hermes", the exorcism ritual to some residents in La Cumbre, Valle, Colombia, July 7, 2012. Cifuentes admitted that he has performed more than 35,000 times exorcism ritual




viva news
https://didinnae.blogspot.com/2012/09/ritual-expulsion-of-evil-spirit-in.html

dengarkan curhatku

Saturday, November 20, 2010
Jika tak suka membaca postinganku ini, silahkan close my blog…!

Aku bingung dengan pendidikan hari ini… dulu aku percaya bahwa pendidikan itu dapat mengangkat harkat, derajat dan martabat seseorang, makanya aku mati-matian mengejar pendidikan meski dengan modal pas-pasan. Namun hari ini aku baru tersadar bahwa ternyata pendidikan itu samasekali tidak penting…

Enam tahun aku kenyang oleh pendidikan SD dengan biaya yang tak sedikit (dulu nggak gratis bro… sekarang mah enak karena udah gratis). Lalu lanjut ke SLTP, SMA/SMK/se-derajat itupun dengan biaya yang murah (itu kata orang kaya dan para pejabat lho…) tapi sampai bisa menguras habis harta si miskin yang malang ini.

Aku tak masuk SMA tapi aku masuk SMK Negeri jurusan Teknik Gambar Bangunan atau istilah kerenya “Architect Department” dengan tujuan setelah lulus bisa langsung kerja, karena katanya lulusan SMK itu disiapkan untuk langsung jadi tenaga kerja…


Nah… lulus lah aku dari SMK Negeri itu, lalu merantau lah aku ke KOTA SERBA ADA alias Jakarta. Aku kesana bertiga bareng teman tapi pas nyampe sana kita berpisah dan berjuang masing-masing. Enam Perusahaan Kontraktor aku datangi dengan tujuan melamar kerja sebagai drafter sesuai bidangku, tapi tak satupun keterima. Kesana-kemari, mondar-mandir, sampe dibentak-bentak, diusir security, tidur di mesjid, tiap hari puasa biar irit dll… Baru sebulan aku disana, tapi sudah membuatku muak dengan kondisi itu. Namun aku tak putus asa brother…! Kucari lowongan kerja di Koran, info teman, dll. Semua info LowKer yang aku dapat telah aku kirimkan lamaranku, termasuk perusahaan elektronik, mesin dll yang tak sesuai dengan bidangku.

Beberapa waktu kemudian, aku dapat Cuma satu panggilan kerja dari sebuah perusahaan kontraktor,,,, Cuma satu doang bro… wah senang sekali hatiku saat itu… lalu aku ikutilah test yang pertama, kedua sampe pas test interviews, aku ditolak mentah-mentah hanya karena aku… hanya karena aku…pendek… Pertanyaanya adalah: Posisi yang aku tuju adalah sebagai Drafter sesuai bidangku… Apakah pengaruh tinggi badan untuk seorang drafter? Lalu salah siapa aku punya tubuh pendek? Siapa yang membuat tubuh pendek ini? Berarti mereka menghina Tuhanku karena tubuhku ini walaupun pendek tetap Tuhan yang menciptakanya. Dan Ijazah yang aku dapat dengan mati-matian ternyata tak berharga samasekali.

Lalu aku dapat sms dari temanku di kampung: “Katanya dia udah dapat kerja di sebuah instansi pemerintah…”. Kutanya sama dia lewat sms lagi “… Kok bisa sih?” Lalu dia jawab: “Bapakku kerja disana” dia yang masukan aku…”. Ternyata saatnya aku harus bernyanyi: “Itulah Indonesia raya” …mungkin tak semuanya tapi semua itu membuat aku semakin muak dengan kondisi yang aku alami.
Ah aku tak tahan lagi kawan… “pulang sajalah…aku…!” lebih baik aku cari kerja di kampong daripada sakit hati di kota besar.

Bukan aku namanya kalau aku menyerah pada nasib dan kemunafikan. Seminggu di kampoeng aku sudah bisa kerja sebagai Front Officer di sebuah Yayasan… wuih… keren uy namanya aja front officer… eh kerjanya kayak pembantu dan security digabungin… enam bulan kemudian aku tak tahan kerja begituan… dan aku nganggur lagi brothers… Dua bulan kemudian aku dapat kerja lag tapi sebagai operator di sebuah rental computer dan photocopy… tapi tak apalah yang penting aku kerja… malu ama tetangga bro… Cuma lulusan SD tapi udah punya toko gede banget, sementara aku…? Twewwww…



Satu tahun kemudian aku mutusin buat kuliah lagi coz aku masih percaya pada pendidikan yang katanya bisa mengangkat harkat, derajat dan martabat seseorang. Aku masuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jenjang s1 (Sarjana Pendidikan) di sebuah Universitas Swasta. Yah… mungkin udah nasibnya yah, dua bulan kumudian aku dipecat jadi operator karena banyak bolos kerja pas bentrok sama jadwal kuliah. Tak apalah… mungkin ini resikonya aku percaya pada pendidikan. Cari kerja lagi tapi ga dapet-dapet… lalu aku putusin usaha sendiri dan aku pilih jualan pulsa. Sebulan, dua, tiga bulan sampe sekitar setahun lebih aku jualan pulsa hingga saat itu tiba “Aku di utangin gede-gedean bro…” sekitar 700ribu uangku di luar… aku nggak bisa deposit lagi… bangkrut lah aku… duh nasib… nasib… sekarang aku Cuma ngandelin dari usaha jasa pengetikan di rumah saja. Dan sekarang aku keteteran masalah keuangan buat biaya kuliah… lagi-lagi aku mati-matian mengejar pendidikan… sekarang aku sudah semester 7 dan beberapa waktu yang lalu seharusnya aku ikut UTS tapi aku tak bisa ikut gara-gara aku belum bayar uang kuliah dan uang tek-tek bengek lainya. Harusnya aku bisa ikut karena ini masih UTS brothers, belum UAS cuy…, kan harusnya yang penting pas UAS udah lunas… kalo ga bisa UAS karena belum lunas ya wajar tapi ini mah UTS bro… masa ga dapat toleransi dan ga bisa ikut UTS. Beberapa temanku juga mengalami hal yang sama... bahkan salah satu temanku berusaha menelpon para pejabat kampus untuk minta toleransi… tapi tetap ga bisa bro… dan saatnya aku bernyanyi lagi “Itulah Indonesia Raya”
Dan sekarang aku takkan pernah berharap banyak lagi pada Pendidikan.

Pendidikan itu harus dibeli dengan uang… kalau ga ada uang ya ga bisa kenyang dengan pendidikan. Sama kayak semboyan hidup di dunia “Ga ada uang ya ga bisa makan” atau seperti semboyan para cewek matre “Ga ada uang ya ga disayang” jadi kesimpulanya adalah:

“Ga ada Uang ya ga ada pendidikan”

Dan itu seharusnya juga jadi semboyan pendidikan…
Dan aku juga percaya bahwa hukum rimba itu masih berlaku di jaman sekarang ini:
“Yang kuat akan berkuasa dan Yang lemah binasa”

NB: jangan salahkan saya menulis hal seperti ini… kenyataanya seperti itu bro… dan jika ada pihak-pihak yang tersinggung dengan tulisan saya… saya minta maaf setulus-tulusnya… ini Cuma curahan hati saya… jika mau menghujam atau menuntut saya juga silahkan… atau bunuh saja saya sekalian… dan kalo ada pertanyaan, maka jangan Tanya saya, tapi tanyakan saja pada rumput yang bergoyang… kata kang ebiet mah… hai teman-teman bloggers…! Tolong dukung aku jika aku disalahkan… aku hanya sekedar curhat doang, tak ada maksud merendahkan pihak-pihak tertentu…
Terimakasih atas perhatianya…

Upssss… ada satu hal lagi yang masih jadi pertanyaaKu:
Bagaimana KONDISI PENDIDIKAN DAN NASIB SARJANA PENDIDIKAN di masa yang akan datang…?
https://didinnae.blogspot.com/2010/11/dengarkan-curhatku.html

say "No" to Valentine's day

Friday, February 12, 2010
“Misi Utama Kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi kristen atau yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam….
Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, m…emburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata utk memuaskan hawa nafsunya..”
(Pidato samuel Zwemmer, tokoh Yahudi, dlm Konfrensi Missi di Yerusalem, 1935)

Setiap 14 Februari, Merayakan hari Valentine’s day, Sudah menjadi agenda wajib bagi sebagian orang. Mereka Bersuka cita menyambut hari yg katanya hari kasih sayang itu. Pedagang, mal2 ramai menyulap tokonya menjadi serba Pink/Red dgn aneka hiasan berlambang love. Muda-mudi sibuk memilih kado untuk pasangannya, coklat berbentuk hati, bunga, dll dengan ciri khas lambang love ♥. Padahal Love dlm bahasa Inggris berkonotasi kegiatan yg mengarah pd kegiatan seksual, beda dengan Affection yang menjurus pada pendekatan perasaan, kasih sayang.

Tapi apakah mereka tau apa yang melatar belakangi lahirnya V-day itu?


Valentine’s day atau disingkat V-day yang jatuh pada tiap tanggal 14 februari setiap tahunnya, jelas berasal dari ritual paganisme, ritual satanis, yg penuh dengan kemaksiatan. Ritual kuno ini di zaman Romawi dikenal sebagai Lupercalia Festival, dimana para pemuda pemudi diperbolehkan melakukan kemaksiatan secara bebas dimanapun mereka mau.

Agama Kristen yang datang kemudian & menjadi agama resmi Roma di saat kaisar Konstantin, mengadopsi ritual ini & memolesnya dengan mitos St.valentinus yang oleh gereja sendiri diakui tidak bisa dipastikan asal muasalnya. Belakangan pada sekitar tahun 1960-an, Gereka vatikan menghapus perayaan valentine ini dari kelender gereja & melarang umatnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual tsb. Dan yang jelas valentine day berasal bukan dari kebudayaan Islam.

Sebab itulah, para pemuka Agama Islam di seluruh dunia dari golongan & gerakan Islam manapun telah sepakat bahwa HARAM hukumnya bagi umat Islam untuk ikut2an merayakan hari Valentine dengan tingkat partisipsi sekecil apapun, bahkan sekedar mengucapkan “Selamat hari Valentine”

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.” (QS Al Maidah:51)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(QS Israa’:36)

“Barangsiapa melakukan amal yg tiada didasari perintahku (Qur’an & Sunnah) maka amal perbuatannya tertolak.” (HR.Ahmad)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah jg berkata: “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tsb adalah haram. Semisal dengan memberi ucapan pada hari raya mereka dan sejenisnya, itu adalah haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah daripada membunuh.”

Sudah jelaslah bahwa mengucapkan hari valentine saja tidak diperbolehkan menurut aqidah islam, apalagi ikut serta berperan aktif dalam perayaan ini. Apapun dalihnya. Karena dalih bisa saja dibuat hingga ribuan pasal. Tetapi esensinya adalah tidak boleh umat Islam turut serta sekecil apapun untuk menyambut hari tersebut.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
https://didinnae.blogspot.com/2010/02/misi-utama-kita-bukanlah-menjadikan.html

memulai hari dengan cerah

Monday, November 2, 2009
Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.

Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.
Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah:

1. Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk
menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah
sebaik-baiknya.

2. Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.

3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.
4. Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi
semesta hari ini.

5. Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6. Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

7. Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.
https://didinnae.blogspot.com/2009/11/memulai-hari-dengan-cerah.html

pahlawan vs pahalawan

Jadi, orang yang berbuat sesuatu yang bernilai pahala disebut juga pahalawan. Kerena lidah Melayu menyebut pahala dengan lafal pahla, maka jadilah pahlawan istilah bagi orang yang suka berbuat baik, maju tak gentar membela yang bayar, eh yang benar.
Tapi entah sejak kapan kata pahlawan disandangkan khusus kepada jenis manusia langka yang hadirnya tak pernah disangka. Manusia jenis ini disebut jga superhero atau jagoan neon. Biasanya mereka muncul di tengah-tengah angkara murka. Jadi gampang saja buat nyari pahlawan disini. Datang saja ke tempat yang penuh dosa dan kejahatan. Di situ pasti ada pahlawanya. Tapi jangan salah, ini pahlawan versi kartun Marvel yang sudah banyak difilmkan dan dibikin sekuelnya kayak Superman, Batman,Robin, Spiderman, X-Man, dll.

Di sekolah kita punya pahlawan yang lahir di medan perang, baik pahlawan yang perang pakai senjata kayak pangeran diponegoro atau perang pakai biola alias pencipta lagu kayak Ismail Marzuki. Pahlawan jenis ini Cuma ada sekali seumur hisup kita, yaitu waktu jaman perang dulu.
So, apa sekarang bukan lagi eranya pahlawan, berhubung gelar pahlawan bersipat limited edition yang Cuma punya batman dkk, atau sudah diborong habis oleh pangeran Diponegoro dan Ismail Marzuki cs?
Kalo merujuk ke asal kata pahlawan di atas, jelas hidup ini ga akan pernah sepi dengan kehadiran para pahlawan. Mereka akan selalu ada selama semua orang mau berbuat sesuatu yang bernilai pahala. Mereka akan disebut sebagai pahalawan. Cuma, entah kenapa sebutan pahlawan itu jadi begitu elitis, angker, keramat, bahkan kadang-kadang bikin takut. Nggak semua orang bisa disebut sebagai pahlawan kecuali yang punya ilmu kebal, bisa terbang, dan gugur di medan perang. Malah ledekan “pengen jadi pahlawan lo? Iya pahlawan kesiangan…” bikin semua orang jadi keder untuk berbuat baik.
Mungkin yang bikin kata pahlawan jadi begitu bertuah dan nggak gampang disematkan di dada setiap orang adalah karena kebaikan yang dilakukan oleh seorang pahlawan adalah kebaikan yang nggak biasa? Misalnya, kalau seorang Val Kilmer (salah seorang pemeran Batman) nolong orang yang jatuh di got, semua orang akan bilang itu perbuatan yang biasa banget. Tapi, kalo Val ngumpet dulu buat ganti kostum manusia kampretnya trus datang buat kasih pertolongan, ini yang nggak biasa. Kenapa? Karena kebaikan Val yang kedua ini sudah dibalut sama kostum yang nggak biasa, trik yang memukau dan adegan yang direncanakan. Orang terkagum-kagum sama Val bukan lantaran Val nolong orang, tapi lebih pada penampilan fisik val yang aneh (ko ada orang jadi kelelawar tapi nggak bisa terbang?).
Nah, karena kebaikan kayak begini nggak bisa dilakukan oleh setiap orang, makanya dipakailah istilah pahlawan(hero) buat orang yang sanggup melakukanya. Begitu juga yang dilakukan oleh pangeran Diponegoro ketika memimpin pasukanya buat melawan Belanda. Nggak semua orang bisa melakukan keberanian kayak Diponegoro, bahkan keluarganya sendiri sekalipun. Kebaikan Diponegoro jadi makin nggak biasa ketika dia harus menanggung resiko perbuatanya yaitu diasingkan ke wilayah yang jauh dari tanah kelahiranya dan wafat disana. Diponegoro tetap konsisten, nggak nyerah dan minta dibalikin ke daerah asalnya. Ini juga yang dilakukan oleh pahlawan lain kayak Cut Nyak dhien, Syaikh Yusuf, Imam Bonjol, dll.
Tapi, diatas semua itu, kebaikan yang biasa atau nggak biasa akan kembali ke niat pelakunya. Kalau sudah begini, maka berlakulah apa yang dikatakan nabi; “innamal a’malu binniyaat” semua amal tergantung pada niatnya. Apa yang dilakukan oleh Batman dan kawan-kawanya mungkin juga termasuk dalam usaha menjaga niat amalnya. Makanya, Val Kilmer harus jadi Batman dulu baru berbuat baik, mungkin supaya perbuatanya nggak dibilang riya”. Tapi pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dhien atau Imam Bonjol merasa nggak perlu pakai topeng dan muncul dari balik goa bawah tanah dulu baru melakukan aksinya. Berangkali karena mereka meyakini bahwa keikhlasan adalah kunci dari setiap perbuatan. Buat apa melakukan aksi kepahlawanan, baik yang pakai kostum ketat atau pakai baju gombrong, kalau niatnya nggak ikhlas??? Buat apa disebut pahlawan kalau kita nggak dapat pahala dari aksi berani yang kita lakukan?
Kalau rocker juga manusia, begitupun juga pahlawan, pahlawan juga manusia. Nggak ada pahlawan yang berasal dari bangsa dedemit atau jin kartubi. Oleh karena itu, pahlawan juga nggak berurusan sama dunia klenik. Karena urusan manusia nggak jauh dari urusan di bumi, maka pahlawan melakukan tugasnya dengan segala sifat-sifat kemanusianya. Artinya pahlawah juga bisa sedih, bisa capek, bisa lapar, bisa haus, bisa jatuh cinta, bisa ngos-ngosan (kalo lari sprint 1000m), bisa berdarah-darah (kayak nabi di perang uhud), bahkan pahlawan juga bisa mati. Yang ngga bis mati itu cuma Tuhan(tapi kenapa Tuhan nggak pernah dibilang dirinya adalah pahlawan???????).
Yang membedakan pahlawan sama tetangganya adalah kegiatan yang dilakukanya. Seorang pahlawan punya pikiran-pikiran yang besar, keyakinan yang kuat, komitmen yang dahsyat dan yang paling istimewa adalah ketulusanya yang agung. Sementara tetangganya Cuma mikirin hal-hal yang sepele, sama sekali nggak pede, komitmenya payah, dan sebentar-sebentar haus sanjungan.
Sang pahlawan merealisasikan pikiran-pikiran besarnya dengan pekerjaan yang nyata, nggak sekedar berhenti denga teori, terus-menerus bekerja biarpun nggak ada yang memuji dan nggak ada yang menggaji dan paling senang kalau hasil pekerjaanya dinikmati oleh banyak orang tanpa harus otang itu tau kalau sang pahlawanlah yang bikin pekerjaan itu. Sang pahlawan memenuhi otaknya dengan pikiran “Apalagi yang bisa saya lakukan untuk kehidupan ini?” sambil melakukan serangkaian ujicoba dengan target menemukan formula yang pas untuk pikiran-pikiranya itu. Buat pahlawan, waktu yang tersedia dalam hidup ini lebih sedikit dari kewajiban yang harus dilaksanakanya. Makanya, dia terus berbuat sekalipun sebagian tubuhnya sudah mati dan nggak heran ketika sang pahlawan benar-benar kehilangan seluruh tubuh dan nyawanya, pekerjaanya terus berjalan karena dilakukan oleh banyak orang yang merasa tercerahkan dan terinspirasi oleh pekerjaanya itu.
Nah, jadi apa itu pahala? Ini soal keyakinan dan keimanan. Makanya, konsep pahala hanya laku buat orang yang punya keyakinan dan iman. Dalam islam orang ini disebut Muttaqin(orang-orang yang bertaqwa), yang punya sipat beriman kepada yang ghaib (Allah, Malaikat, Hari Akhirat, termasuk pahala). Karena pahala bersipat ghaib, maka orang yang meyakininya membutuhkan keikhlasan (ini juga ghaib sipatnya) sebagai syarat perbuatanya bermutasi menjadi pahala. Ikhlas mengharuskan orang-orang beriman hanya berharap balasan dari Allah. Inilah yang membedakan antara orang-orang beriman dengan orang-orang yang merugi (QS Al-Hasyr) yaitu yang melandasi amalnya (makanya amalnya disebut amal shaleh). So, nggak perlu pusing kalo pengen jadi pahlawan selama kita punya iman. Yang penting kita lakukan adalah syarat-syarat dicatatnya perbuatan kita sebagai pahala yaitu keikhlasan. Karena ikhlas datangnya dari iman, maka terus saja pertebal keimanan. Mau disebut pahalawan atau pahlawan, itu bukan urusan kita. Yang penting kita ikhlas melakukanya. Iya toh….?????

https://didinnae.blogspot.com/2009/11/jadi-orang-yang-berbuat-sesuatu-yang.html

the real hero

Siapa sih pahlawanya cowok?
Jika pertanyaan itu diajukan ke sepuluh orang cowok, tidak mustahil kamu akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda. Seorang cowok penggemar sepak bola, tentu akan mengatakan pahlawan mereka David Beckam, Ronaldo, Pele, Maradona atau pemain lainya. Tapi coba tanyakan pada cowok penggemar otomotif, jawabanya kalo nggak Valentino Rossi pasti Stoner. Cowok penggemar music beda lagi, pahlawan mereka mungkin The Beatles, Rolling Stoone, Kurt Cobain, Iwan Fals, Slank, atau bahkan Opick, tergantung pada selera musicnya.


Membicarakan sosok pahlawan sesungguhnya tak bisa dipilah berdasarkan gender. Saya sendiri menganggap RA Kartini sebagai pahlawan karena buah pikiranya dalam “Habis gelap terbiitlah terang” berhasil menggerakan para cewek dan menyadarkan para cowok untuk tak lagi menempatkan wanita hanya sebagai objek, tapi juga pelaku sejarah. Selain RA Kartini masih ada Cut Nyak Dien dan Martina Marta Tiahahu, yang tak sekedar berjuang lewat kata, tapi terjun langsung ke medan laga memerangi kazaliman para penjajah.
Di jaman Rosulullah Saw kita mengenal Saudah binti Zam’ah ra., seorang janda yang dinikahi oleh Rosulullah Saw karena jerih payah yang dilakukanya ketika hijrah ke Abyssinia. Meninggallkan rumah dan kekayaanya, melintasi padang pasir dan lautan menuju tanah tak dikenal karena bertujuan untuk melayani agama Allah. Perjuangan saudah untuk melayani agama Allah itu merupakan tindakan kepahlawanan.
Apa dan siapa sesungguhnya pahlawan itu?
“Heroes are selfless peoples who perform extraordinary acts. Themark of heroes is not necessarily the result of their action, but what they are willing to do for other and for their chosen cause. Even if they fail, their determination lives on for others to follow. Their glory lies not in the achievement, but in the sacrifice. “(kata pak Susilo Bambang Yudoyono dalam majalah Time).
Jika diterjemahkan secara bebas pernyataan tersebut bermakna: Pahlawan adalah orang (biasa) yang tidak egois dan berbuat sesuatu yang luarbiasa. Penghormatan kepada pahlawan tidak harus selalu dilihat hasilnya. Bahkan jika gagal sekalipun, kemauan kerasnya untuk berbuat sesuatu untuk orang lain akan terus dikenang. Jadi, kebesaran tidak diukur dari hasil yang dicapai, melainkan kesedianya berkorban untuk sesamanya.
Maka ada begitu banyak pahlawan yang telah banyak meninggalkan jejaknya dalam kehidupan kita. Dalam buku “Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah”, Michael H Hart menempatkan Rosulullah Muhammad Saw pada urutan teratas. Apa yang dilakukan oleh Rosulullah sepanjang hidupnya sungguh-sungguh meninggalkan jejak berupa peradaban Islam yang masih bisa terus kita nikmati hingga saat ini, sepatutnyalah kita menempatkan Beliau sebagai pahlawan paling utama.
Namun demikian, semua pahlawan termasuk Rosulullah yang telah menorehkan jejaknya dalam lembar sejarah kehidupan manusia, terlahir dari seorang ibu. Sembilan bulan sepuluh hari ibu berjuang melalui tali plasenta. Seorang ibu rela menggadaikan hidunya demi melahirkan kita. Setelah lahir, ia melimpahkan cintanya lewat air susunya. Adakah yang lebih patut dianggap pahlawan selain ibu?
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu. (QS Lukman 14)
https://didinnae.blogspot.com/2009/11/the-real-hero.html
 

© 2010 Hi-Light - Design Google Blogs - Template N2y Sedikit Mirip By Nano Yulianto